Prioritaskan SNI Wajib Produk IKM

Sumber : Bisnis Indonesia

JAKARTA-Kementerian Perindustrian memprioritaskan penerapan standar nasional Indonesia (SNI) untuk produk Industri Kecil dan Menengah (IKM). Prioritas itu dalam rangka implementasi pasar bebas Asean akhir 2015.

Euis Saedah, Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah Kemenperin mengatakan standar produk tidak hanya dilihat dari SNI, melainkan dari kualitas barangnya.

“SNI wajib [untuk IKM] harus menjadi prioritas, Sekarang kan menjelang Masyarakat Ekonomi Asean (MEA 2015). Walau pun sebagian pelaku IKM mengatakan belum siap,” ujar Euis kepada Bisnis, baru-baru ini.

Euis mengatakan saat ini pihaknya sedang memetakan mana produk IKM yang lebih dahulu diselamatkan untuk diusulkan menjadi SNI wajib. Sejumlah produk IKM yang akan menjadi SNI wajib antara lain mainan anak, helm dan pakaian.

“Yang kami dahulukan, semua [produk] yang berkaitan dengan keselamatan, kesehatan, keamanan manusia dan lingkungannya. Itu kan hak asasi manusia,” paparnya.

Pihaknya akan membuat program quick win, artinya siapa yang lebih cepat menerapkan SNI, dia akan mendapat juara dan mendapat bantuan biaya SNI. Dia mencontohkan jika ada 20-30 IKM yang lebih dulu menerapkan SNI, diharapkan pelaku IKM lain turut mengikuti atau tertarik untuk mengaplikasikan produknya sesuai standar dalam negeri.

“Program berikutnya yakni klasterisasi standar, jadi enggak sendiri-sendiri IKM itu menerapkan SNI. Misalnya, nanti dikelompokkan menjadi 10-20 IKM dalam satu klaster bareng-bareng menuju standar,” tuturnya.

Menurutnya, target klasterisasi standar adalah melahirkan IKM-IKM yang nantinya dapat standar secara berkelompok, Mereka bisa saling membantu dan menolong apabila ada kekurangan.

“Kalau sendiri-sendiri susah dalam membinanya. Apalagi jika harus didampingi satu persatu secara terus menerus, terus tenaga kita terbatas,” paparnya.

Di sisi lain, Kemenperin tahun ini mengucurkan bantuan dana sebesar Rp22 miliar untuk restrukturisasi mesin peralatan Industri Kecil dan Menengah (IKM). Dana tersebut akan diberikan kepada sejumlah pelaku IKM pada Mei tahun ini.

Restrukturisasi mesin peralatan IKM dimaksudkan untuk membantu IKM dalam melakukan peremajaan atau modernisasi mesin dengan tujuan meningkatkan kapasitas produksi, teknologi, daya saing dan efisiensi.

Pemberian bantuan itu diberikan kepada IKM yang memenuhi kriteria sebagai berikut: pertama, industri kecil diberikan insentif potongan harga pembelian mesin baru (bukan bekas) sebesar 35%, sedangkan khusus untuk produksi dalam negeri yang dilengkapi surat pernyataan produsen diberikan potongan harga sebesar 40% sebagai stimulasi.

Kedua, industri menengah diberikan insentif potongan harga pembelian mesin baru (bukan bekas) sebesar 25%, sedangkan khusus untuk produksi dalam negeri yang dilengkapi surat pernyataan produsen diberikan potongan harga sebesar 30% sebagai stimulasi.

“Tahun ini untuk program restrukturisasi mesin kami anggarkan Rp22 miliar. Dana itu untuk subsidi pembelian peralatan mesin baru, bukan mesin bekas,” ujar Euis.

Menurutnya, setiap IKM yang memenuhi kriteria tersebut akan mendapatkan dana dengan nilai mesin berkisar Rp30 juta-Rp300 juta.

Euis mengatakan jenis IKM yang mendapatkan insentif dana itu IKM makanan dan minuman, IKM herbal, IKM minyak atsiri, IKM kerajinan dan sejumlah IKM lainnya.

“Dalam restrukturisasi mesin ini, IKM sendiri yang mengetahui mesin yang dibutuhkan supaya bisa menambah produktivitasnya. Mereka senang kalau kita kasih subsidi,” ujarnya.

Tahapan saat ini, menurutnya, melakukan sosialisasi kepada pelaku IKM mengenai pemberian insentif. Selanjutnya, pencairan dana untuk pembelian mesin baru dilakukan pada Mei.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: